BAB 1
Permainan Bola Besar dan Bola Kecil
A.
Permainan Bola Besar Melalui Permainan Bola
Basket
1.
Asal Mula Permainan Bola Basket
Permainan bola basket
diciptakan oleh Prof. Dr . James A. Naismith salah seorang guru pendidikan
jasmani YMCA Springfield , Massachusets , Amerika Serikat . Hal yang mendorong
terwujudnya cabang olahraga ini adalah pada waktu itu keanggotaan dan pengunjung
sekolah tersebut semakin berkurang . Karena para anggota itu bosan dalam
mengikuti latihan olahraga senam yang gerakannya kaku.
2.
Prinsip Dasar Teknik Permainan Bola Baket
Teknik permainan bola
basket terdiri dari beberapa prinsip dasar yaitu ; menggiring , melempar , dan
menembak.
a.
Aktivitas menggiring bola dalam permainan bola
basket (dribbling)
Menggiring adalah usaha
membawa bola ke depan. Menggiring bola basket dapat dibagii dengan 2 cara , yaitu menggiring bola rendah
(bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan) dan menggiring bola ting
(bertujuan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
b.
Aktivitas melempar dalam permainan bola basket
(passing)
Melempar bola terdiri
atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar
bola dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dsri dada ke dada dengan cepat
dalam permainan , serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce
pass).
c.
Aktivitas menembak dalam permainan bola basket
(shooting)
Shooting adalah usaha
untuk memasukan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih
poin. Secara umum teknik dasar shooting , antara lain sbb :
1)
Tembakan satu tangan (one-hand set shoot)
2)
Lemparan bebas ( free throw)
Lemparan bebas memerlukan keahlian , kebiasaan , konsentrasi dan
keyakinan , rileks dan irama yang mendukung konsentrasi dan keyakinan diri.
3)
Tembakan sambil melompat (jump shoot)
Dalam tembakan melompat , mengangkat bola harus lebih tinggi dan menembak
setelah melompat , bukannya menenmbak sambil melompat.
4)
Lay Up
Tembakan lay up dilakukan dekat dengan keranjang basket setelah menyalip
bola.
B.
Permainan Bola Kecil Melalui Permainan Tenis
Meja
Permainan tenis meja dilakukan diatas meja dengan bentuk dan ukuran yang
telah ditetapkan International Table
Tennis Federation.
1. Asal
mula Permainan Tenis Meja
Permainan tenis meja bermula pada tahun 1880-an di Inggris. Indonesia
mengenal permainan tenis meja sebagai olahraga rekreasi , tahun 1930 yang
dibawa oleh Belanda . Pada tanggal 5 oktober 1951 dibentuklah persatuan Ping
Ponng Seluruh Indonesia (PPPSI)
2.
Perlengkapan Permainan Tenis Meja
Perlengkapan yang harus dpersiapkan dalam permaainan tenis meja
a.
Bet atau raket
b.
Bola tenis meja
c.
Meja tenis dengan ukuran 2,74x1,52 m
d.
Net
3.
Prinsip dasar Teknik Permainan Tenis Meja
Teknik dalam permainan tenis
meja memiliki beberapa prinsip diantaranya,
a.
Teknik memegang bet (grip)
Pengangan dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu,
1)
Shakehand grip (pegangan jabat tangan)
Gagang bet dipegang melingkar oleh ibu jari dan ketiga jari lainnya ,
jari telunjuk terpisah menahan di belakang bet . Posisii bet berdiri dan
mengarah ke dpn dan belakang pemain.
2)
Penholder grip ( pegangan tangkai pena)
Biasanya pegangan ini digunakan oleh pemain tipe menyerang dengan
pukulan’’ forehand..drive’’’’
b.
Teknik memukul (stroke)
Permainan
tenis meja memiliki dua macam pukulan yaitu pukulan FoRehand dan Bacckkhand.
BAB 2
Atletik dan Beladiri
A.
Atletik
Atletik memiliki beberapa macam cabang nomor yang
diperlombakan meliputi lari , lompat, dan lempar. Pada pembelajaran ini kita
akan mempelajari atketik cabang nomor tolak peluru dan lompat jauh.
1.
Pembelajaran Atletik Cabang Tolak Peluru
Tolak peluru adalah suatu
bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) , yang dilakukan dari bahu dengan
satu tangan untuk mencappai jarak sejauh-jauhnya.
a.
Asal mula tolak peluru
Pertandingan tolak peluru tercatat pd awal abad ke-19 di Skotlandia dan
merupakan bagian dari kejuaraan amatir di Inggris tahun 1866.Tolak peluru
merupakan even olimpiade modern asli yang diadakan di Athena , Yunani tahun
1896.
b.
Perlengkapan tolak peluru
Berikut macam-macam perlengkapan yang diperlukan dalam olahraga
Tolak peluru:
1)
Lapangan tolak peluru
2)
Rol meter
3)
Bendera kecil
4)
Kapur / tali rafia
5)
Peluru
Berat
peluru tiap-tiap kategori berbeda-beda , yaitu
·
Untuk senior putra berat peluru 7,257 kg
·
Untuk senior putri berat peluru 4 kg
·
Untuk junior putra berat peluru 5 kg
·
Untuk junior putri berat peluru 3kg
c.
Prinsip dasar teknik tolak peluru
1)
Prinsip dasar memegang peluru yaitu:
a)
Jari-jari renggang’
b)
Jari-jari agak rapat
c)
Jari-jari agak renggang
2)
Prinsip dasar meletakkan peluru pada bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas , letakkan peluru pada bahu
dan menempel pada leher bagian samping.Siku yang memegang peluru agak dibuka ke
samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
3)
Prinsip dasar menolakkan peluru
Jalannya dorongan atau tolakkan pada peluru harus lurus satu garis.Sudut
lemparan kurang dari 45 derajat.
Sikap akhir setelah menolak peluru , yat=itu membuat gerakan lompatan
untuk menukar kaki kanan ke depan.Dalam tolak peluru terdapat dua gaya tolakan
antara lain,
a)
Tolak peluru gaya ortodok
Tolsk peluru gaya ortodok adalah suatu gerakan menolak dengan posisi
tubuh menyamping dari sektor tolakan.
b)
Tolak peluru gaya o’bryan
Tolak peluru gaya o’bryan adalah suatu gerakan menolak dengan posisi
tubuh membelakangi sektor tolakan
4.
Prinsip dasar gerakan setelah akhir menolak
Teknik setelah gerakan akhir menolak , sbb
a)
Setelah peluru lepaas dari tangan, secepatnya
kaki kebelakang diturunkan atau mendarat menempati kaki depan/kaki tumpu dengan
lutut agak dibengkokkan.
b)
Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang
lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
c)
Badan condong kesamping kiri depan , dagu
diangkat, pandangan kearah jatuhnya peluru.
d)
Tangan kanan dibengkokkan berada didepan sedikit
aga kebawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus kebelakang untuk membantu
menjaga keseimbangan.
d.
Peraturan dalam tolak peluru
Dalam tolak peluru ada beberapa peraturan yang harus diperhatikan
meliputi:
1)
Ketentuan diskualifikasi dalam tolak peluru
2)
Hal yang disarankan dalam tolak peluru
3)
Hal yang harus dihindari dalam tolak peluru
2.
Pembelajaran Atletik cabang lompat jauh
a.
Asal mula Lompat Jauh
Lompat Jauh telah menjadi bagian dari kompetisi Olimpiade modern sejak
lahirnya Olimpiade pada tahun 1896.pada 1914,.Harry Eaton Stewart
merekomendasikan “Luas berlari melompat” sebagai standar acara trek dan
lapangan bagi perempuan.Namun , hal itu tingkat sampai tahun 1928 bahwa
perempuan diperbolehkan untuk bersaing dalam even di tingkan olimpiade.
b.
Perlengkapan Lompat jauh
Perlengkapan yang dibutuhkan sebagai berikut.
1)
Lorong larian
2)
Papan pelepas
Yang digunakan sebagai pertanda dan permulaan lompatan
3)
Lapangan lompat jauh / tempat pendaratan
4)
Pita Pengukur
5)
Kasut Berpaku(spike)
6)
Bendera Isyarat
c.
Prinsip dasar teknik lompat jauh
Teknik melakukan lompat jauh memiliki prinsip dasar yang berupa tahapan
yaitu:
1)
Tahap awalan lompat jauh
Awalan lari dilakukan dengan meningkatkan kecepatan lari , tetapi masih
terkendali untuk melakukan tolakkan
2)
Tahap tolakan lompat jauh
Tolakan dilakukan sebagai tahap pengalihan telapak kaki untuk lepas
tandas. Tujuannya,yaitu untuk menghasilkan gerak mengangkat tubuh ke atas untuk
gerak melayang di udara.
3)
Tahap melayang di udara
Tiga gaya melayang di udara , yaitu sebagai berikut.
a)
Lompat jauh gaya jongkok ( tuck)
b)
Lompat jauh gaya menggantung (hang style)
c)
Lompat jauh gaya berjalan di udara (walking in
the air)
4)
Aktivitas pendaratan lompat jauh
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahapan pendaratan , antara lain
sebagai berikut.
a)
Harus dilakukan dengan sadar agar gerakan yang
tidak perlu dapat dihindari.
b)
Untuk menghindari rasa sakit atau cidera
pendaratan sebaiknya dilakukan dengan kedua belah kaki sejajar dan tumit
terlebih dahulu mendarat di pasir dengan posisi mengepit.
c)
Sebelum tumit menyentuh pasir, kedua kaki harus
benar-benar dijulurkan atau diluruskan ke depan.Usahakan agar jarak antara
kedua kaki jangan terlalu berjauhan,karena semakin lebar jarak antara kedua
kaki berarti akan semakin mengurangi jauhnya lompatan.
d)
Untuk menghindari agar tidak jauh duduk pada
pantat , maka setekah tumit berpijak di pasir , kedua lutut segera ditekuk dan
badan dibiarkan condong terus jauh ke depan.
e)
Setelah melakukan pendaratan jangan keluar atau
kembali ke tempat awalan melewati atau menginjak daerah pendaratan dengan papan
tumpuan.
B.
Beladiri Pencak Silat
Gerakan pencak silat meliputi
hindaran/elakkan,tangkisan,pukulan,dan tendangan.
1.
Prinsip dasar Pukulan Beladiri Pencak Silat
Dalam pertandingan olahraga pencak silat , teknik pukulan yang sering
dipergunakan adalah pukulan depan,pukulan sangkal / bandul, pukulan samping, dan
pukulan melingkar.
a)
Pukulan depan
Pukulan depan adalah pukuln yang dilakukan dengan lintasan lurus ke
depan.
b)
Pukulan sangkal/bandul
Pukulan sangkal atau baandul yaitu pukulan yang dilakukan dengan posisi
tangan kurang lebih 90derajat.
c)
Pukulan samping
Perkenaan dari teknik pukulan samping ini adalah punggung tangan.
d)
Pukulan lingkar
Pukulan lingkar adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan pukulan
dari arah samping luar tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat.
2.
Variasi dan kombinasi Aktivitas Beladiri Pencak
silat
a.
Prinsip dasar pukulan depan
Pukulan depan adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan cara meluruskan
lengan ke arah depan dengan posisi telapak tangan mengepal.Sasaran pukulan
depan adalah pada bagian dada lawan.
b.
Prinsip dasar pukulan bandul bawah
Pukulan bandul bawah adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan cara
mengayunkan lengan menggunakan lintasan dari bawah.Sasaran pukulan adalah ulu
hati lawan.
c.
Prinsip dasar pukulan bandul atas
Pukulan bandul atas adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan cara
mengayunkan lengan menggunakan lintasan dari samping atas , telapak tangan
mengepal , dan sasaran pukulan adalah pada bagian pelipis/kepala lawan
BAB 3
Kebugaran Jasmani dan Aktivitas Senam
A.
Pembelajaran Aktivitas Kebugaran Jasmani
Menurut Muhajir kebugaran jasmani adalah
kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebasan fisik
yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
Pada pelajaran kali ini kita akan membahas
kebugaran jasmani tentang kelincahan dan kecepatan.
1.
Konsep kelincahan (Agility)
Kelincahan ( Agility) adalah adalah kemampuan seseorang untuk dapat
mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan
keseimbangan.
Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani adalah kekuatan
(strenght),kelincahan (agility) , daya tahan(endurance) , kelenturan
(fleksibillity), kecepatan (speed) , dan daya ledak (power).
a.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi kelincahan
adalah sbb.
1)
Tipe tubuh
2)
Usia
3)
Jenis kelamin
4)
Berat badan
5)
Kelelahan
b.
Aktivitas latihan meningkatkan kelincahan
Untuk meningkatkan kelincahan seseorang , ada beberapa bentuk latihan ,
berikut bentuknya,
1)
Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus / lari
bolak balik (shuttle run)
Cara melakukan nya yaitu sbb,,,
a)
Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin
sebanyak 8-8 kali(jarak 4-5 meter).
b)
Setiap kali sampai pada suatu titik sebagai
batas, si pelari harus secepatnya berusaha mengubah arah untuk berlari menuju
titik larinya.
c)
Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua
titik tidak terlampau banyak , sehingga menyebabkan kelelahan bagi si pelari.
d)
Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah
kemampuan mengubah arah dengan cepat pada waktu bergerak.
2)
Latihan lari belok-belok (zig-zag)
Cara melakukan nya adalah sebagai berikut.
a)
Latihan ini dilakukan dengan cara berlari
bolak-balik dengan cepat sebanyak 2-3 kali diantara beberapa titik
b)
Jarak setiap titik sekitar 2 meter.
3)
Latihan mengubah posisi tubuh / jongkok berdiri
(squat-thrust)
Cara melakukannya sebagai berikut.
a)
Jongkok sambil menumpukkan kedua lengan di
lantai
b)
Pandangan ke arah depan.
c)
Lemparkan kaki ke belakang sampai lurus dengan sikap
badan tengkurap dalam keadaan terangkat.
d)
Dengan serentak, kedua kaki ditarik ke
dalam,kemudian kembali ke tempat semula.
e)
Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan
gerakan yang sama.
4)
Latihan
kelincahan bereaksi
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
a)
Berdiri dengan sikap berancang-ancang, kedua
lengan disamping badan dengan siku bengkok , perhatikan aba-aba peluit.
b)
Bunyi peluit pertama, lari kedepan
secepat-cepatnya.
c)
Bunyi peluit kedua, lari mundur
secepat-cepatnya.
d)
Bunyi peluit ketiga, lari kesamping kiri
secepat-cepatnya.
e)
Bunyi peluit keempat, lari kesamping kanan
secepat-cepatnya
f)
Latihan ini dilakukan secara terus-menerus
secarai berangkai tanpa berhenti dahulu.
2.
Konsep kecepatan
a.
LatIhah kecepatan(speed training)
Dalam meningkatkan kecepatan , ada beberapa latihan yang harus
diperhatikan meliputi kecepatan gerak kaki dan kekuatan dinamis otot-otot
tungkai.
b.
Aktivitas latihan meningkatkan kecepatan
Bentuk-bentuk aktivitas latihannya sbb,
1)
Lari naik bukit
2)
Lari menuruni bukit
3)
Lari menaiki tangga gedung
4)
Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter
5)
Lari dengan mengubah-ngubah kecepatan
B.
Aktivitas pembelajaran senam
Senam merupakan bentuk latihan fisik yang
disusun secara berurutan dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih dan
terencana guna mencapai tujuan tertentu.
1.
Pembelajaran melalui aktivitas senam lantai
Senam lantai adalah salah satu cabang
olahraga mengandalkan aktivitas seluruh anggota baik untuk olahraga sendiri
maupun untuk olahraga lain.
Unsur gerakan keseimbangan dan loncat.berikut ini,
a.
Prinsip dasar sikap kayang
Kayang adalah suatu sikap badan telentang yang membusur bertumpu pada
kedua tangan dan kedua kaki dengan lutut.
1)
Teknik gerakan kayang
Sikap kayang dapat dilakukan sebagai berikut.
a)
Kayang dari sikap tidur
Kayang dari sikap tidur terdiri dari dua unsur berikut.
(1)
Sikap awal
(a)
Tidur telentang
(b)
Kedua lutut ditekuk,kedua tumit rapat pada
pinggul
(c)
Kedua siku ditekuk dan telapak tangan melekat
pada matras/lantai,ibu jari disamping telinga.
(2)
Gerakan
(a)
Badan diangkat keatas , kedua tangan dan kaki
lurus
(b)
Masukan kepala diantara dua tangan.
b)
Kayang dari sikap berdiri
(1)
Sikap awal
(a)
Berdiri tegak , dan
(b)
Kedua tangan disamping kaki.
(2)
Gerakan
(a)
Secra bersama-sama/satu tangan diayunkan ke
belakang, kepala tengadah dan melenting ke belakang.
(b)
Tahan dan usahakan kedua telapak tangan
menyentuh dan menapak pada matras/lantai.
2)
Kesalahan-kesalahan dalam gerakan sikap kayang
a)
Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh
b)
Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian
siku dan bahu.
c)
Badan kurang melengkung/membusur.
d)
Posisi kepala yang terlalu mengadah.
e)
Kurang keseimbangan
3)
Cara memberi bantuan dalam gerakan sikap kayang
a)
Posisi penolong disamping anak yang melakukan
gerakan kayang
b)
Membantu mengangkat dan agak membawa punggung /
bahu pelaku
c)
Membantu menopang punggung/bahu pelaku dan
membawanya perlahan kebawah.
b.
Prinsip dasar berdiri dengan kepala(headstand)
1)
Teknik gerakan berdiri dengan kepala
a)
Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi
dan tangan.dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
b)
Angkat tungkai keatas satu per satu bersamaan.
Untuk menjaga agar badan tidak mengguling kedepan, panggul ke depan , dan
punggung membusur.
c)
Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai
rapat lurus keatas.
2)
Kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerakan
headstand
a)
Kekakuan pada leher,sendi bahu, perut , pinggang
, dan paha.
b)
Terlalu cepat atau kuat pada saaat menolak.
c)
Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak
menghadap kedepan.
3)
Cara memberi bantuan dalam gerakan headstand
a)
Mengangkat dan menarik panggul
b)
Menopang panggul bagi pelaku yang dapat
memindahkan panggul kedapan.
c)
Memengang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang
pada ujung pergelangan kaki dn belakang paha atau panggul.
c.
Prinsip dasar berdiri dengan tangan (handstand)
Berdiri dengan tangan adlah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan
dengan badan dan tungkai lurus vertikal keatas.
d.
Prinsip dasar loncat harimau
Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus
ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling kedepan
dan sikap akhir jongkok.
2.
Pembelajaran melalui aktivitas senam irama
Senam irama atau senam ritmik adalah gerakan srnam yang dilakukan dengan
irama musik , yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat ataupun tidak.
Adapun alat yang digunakan adalah : ganda ,simpai, tongkat , bola ,dan topi.
a.
Bentuk dan ukuran simpai
1)
Simpai terbuat dari kayu, pipa alumunium ,
plastik atau rotan.
2)
Berat simpai minimal 300 gram.
3)
diameter simpai untuk dewasa sekitar 80-90
cm,sedangkan untuk anak-anak kurang lebih 60-75 cm
b.
macam-macam pegangan simpai
berikut ini teknik pegangan simpai
1)
pegangan biasa (over grip)
2)
pegangan berlawanan (under grip)
3)
pegangan dalam
4)
pegangan luar
5)
pegangan campuran
c.
aktivitas gerakan mengayun simpai
1)
mengayun berlawanan arah dengan badan
2)
mengayun dan melontar
3)
gerakan mengayun pindah tangan di depan
badan(arah depan)
4)
gerakan mengayun pindah tangan dibelakang
badan(arah depan)
5)
gerakan mengayun pindah tangan diatas
kepala(arah depan)
d.
aktivitas gerakan memutar simpai
teknik
gerakan memutar simpai terdiri dari gerakan memutar pada arah depan , memutar
ke arah sagital , memutar pada arah horizontal , memutar didepan lengan, dan
memutar dibelakang lengan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar